Taman Nasional Wajib Kunjung di Indonesia

Ada 50 taman nasional di Indonesia, bagaimana mengunjunginya? Berdasarkan (a) akses, (b) atraksi wisata, dan (c) keragaman hayati, mulailah dari lima taman nasional ini:
1. Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL)
Soal status, TNGL punya berlimpah. Mulai dari Cagar Biosfer (didapat tahun 1981), ASEAN Heritage Park (didapat 1984), hingga Warisan Dunia Alam UNESCO (didapat tahun 2004, satu cluster dengan TN Kerinci Seblat dan TN Bukit Barisan Selatan). TNGL berada di dua Provinsi , Sumatera Utara dan Nanggroe Aceh Darussalam. Taman nasional ini adalah satu-satunya di dunia sebagai tempat bermukim empat spesies mamalia Asia sekaligus, yaitu Orangutan Sumatera, Gajah Sumatera, Harimau Sumatera, dan Badak Sumatera.
Yang harus dicoba: Melihat pemberian makan orangutan di Bukit Lawang, Memandikan gajah di Tangkahan, tubing di Bukit Lawang dan Tangkahan, naik Gunung Leuser dan Gunung Loser dari Kampung Kedah, Blangkejeren (persiapkan diri, karena kegiatan ini butuh waktu 14 hari), dan yang pasti, rafting di Sei Wampu dan Sungai Alas!
Info lebih lanjut tentang tarif, dan peraturan lainnya klik website resmi TNGL


2. Taman Nasional Komodo (TNK)
Seperti TNGL, Taman Nasional Komodo juga punya status berlimpah. Selain sebagai Cagar Biosfer, TNK juga mempunyai status Warisan Dunia Alam UNESCO . TNK juga merupakan salah satu model pembangunan taman nasional di Indonesia. TNK berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Di darat, terdapat komodo yang menjadi salah satu dasar pelestarian kawasan,  ada > 4000 ekor saat ini di dalam kawasan. Selain itu berbagai jenis burung, reptil, mamalia, dan berbagai jenis tumbuhan. Di air, laut di kawasan TNK sangat kaya akan beragam jenis ikan, terumbu karang, dan aneka jenis bakau yang sehat.
Yang harus dicoba: Trek panjang dari Kampung Rinca di Pulau Rinca, akan bertemu pemandangan spektakuler ke arah Pulau Kalong; Trek pendek dari Loh Liang di Pulau Komodo , pada jalur ini relatif sering ditemui rusa, aneka jenis burung warna warni, dan macam-macam anggrek; Snorkeling di Pantai Pink, belum ke TN Komodo kalau belum mencoba snorkeling di kawasan ini; dan yang pasti mencoba peruntungan bertemu komodo dengan trek pendek dari Loh buaya, atau melihat pemandangan unik Puncak Mengkudu!
Info lebih lanjut tentang tarif, dan peraturan lainnya klik  website resmi TNK


3. Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP)
TNGGP adalah salah satu taman nasional penting di Jawa Barat, sebagai sumber air penting untuk kawasan sekitarnya. Taman nasional ini berstatus Cagar Biosfer. Kawasan ini adalah rumah bagi diantaranya Owa Jawa, lutung, dan Elang Jawa. Pintu masuk taman nasional yang paling populer adalah via Cibodas, bisa mampir ke Kebun Raya Cibodas yang cantik dan pasar sayur/buah segar penuh warna.
Yang harus dicoba: Jalur ke air terjun Cibeureum, akan melewati boardwalk dengan panorama menawan, coba kenali beragam jenis tumbuhan di kiri kanan, dan sesekali lihat ke pohon, biasanya ada kelompok lutung sedang bermain; ikuti papan petunjuk jalur pengamatan burung bawa teropong (jika punya), kalau jeli dan beruntung bisa melihat beragam jenis burung, atau dengarkan suaranya; ikut ambil bagian dalam legenda para pendaki dengan menjejakkan kaki di Alun-alun Suryakancana dan Puncak Gunung Gede; adopsi elang dan tanam pohon, pihak taman nasional bermitra untuk melakukan kegiatan ini. Jika sudah menanam, kunjungi secara berkala.
Info lebih lanjut tentang tarif, dan peraturan lainnya klik  website resmi  TNGGP

4. Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP)
TNTP mendapat status cagar biosfer pada 1977. Taman nasional ini berada di Provinsi Kalimantan Tengah. Dr. Birute Galdikas memulai penelitian orangutan di sini. Sejak itu pintu taman nasional ini dibuka untuk pengunjung yang ingin melihat orangutan. Di sini adalah rumah dari satwa endemik, beberapa diantaranya adalah Orangutan Kalimantan dan bekantan.
Yang harus dicoba: naik kapal klotok di sepanjang Sungai Sekonyer, airnya coklat dan kemudian ada bagian sungai yang airnya hitam. Di pinggiran sungai kalau beruntung bisa melihat bekantan yang sedang ingin nyeberang sungai, atau malah orangutan. Oh ya, masakan di kapal klotok ini biasanya enak-enak banget. Selain itu pastinya melihat orangutan di Camp Leakey dan Tanjung Harapan.
TNTP belum memiliki website resmi. Untuk  informasi lebih lanjut tentang TNTP kunjungi website Departemen Kehutanan ini.


5. Taman Nasional Kelimutu
Walaupun tanpa status internasional, taman nasional ini sangat kaya akan keanekaragaman hayati. Terletak di Provinsi Nusa Tenggara Timur, kawasan ini sudah dikenal dengan tiga danau yang berubah warna pada periode tertentu. Kawasan ini sebenarnya kaya akan beragam jenis burung, namun kegiatan pengamatan burung belum begitu dikenal karena medan yang sulit dan di beberapa tempat justru berbahaya.
Yang harus dicoba: danau tiga warna justru makin mempesona saat hari makin makin siang! Selain lebih sepi karena mayoritas wisatawan mengejar matahari terbit di sini, warna danau makin kentara, dan biasanya justru kabut pagi sudah hilang. Makin sore, kabut biasanya akan datang lagi dan mulai menutup danau.
TNK belum memiliki website resmi. Untuk  informasi lebih lanjut tentang TNK kunjungi website Departemen Kehutanan ini.

1 Comment

Join the discussion and tell us your opinion.

almira yusriyyah rahmawatireply
September 23, 2013 at 2:36 pm

saya minta yang lebih lengkap dan juga setiap TN harus ada ket. hewan atau tumbuhan yang dilindungi .. contohnya pada TN kelimutu tidak ada ket. jenis burung apa yg dilindungi

Leave a reply