Pendaran Cahaya Kota Tua Sukothai

Setahun sekali saat perayaan Loi Krathong tiba, Kota tua Sukhotai akan bermandikan cahaya bulan purnama dan gemerlap lampu hias selama 3 hari berturut-turut. Tradisi mengucap syukur oleh manusia atas berkah yang diberikan air tersebut sama tuanya dengan kota yang menjadi salah satu pilar penting sejarah Thailand.
Sukhotai adalah kerajaan pertama di Thailand yang menjadi salah satu destinasi wisata utama negara ini, dengan Sukhotai Historical Park sebagai destinasi andalan terutama saat Loi Krathong tiba. Status Warisan dunia Budaya oleh UNESCO (cultural world heritage) diberikan tahun 1991 pada situs yang usia peradabannya jauh lebih muda dari Candi Borobodur ini.

Dari kota inilah perayaan Loi Krathong tersebut berasal. Historical Park tersebut memiliki benteng dengan 4 pintu gerbang yang masih terawat dan terlihat jelas hingga kini, serta parit besar yang mengelilingi untuk melindungi situs religious di dalamnya.
Turis penyuka keriaan, akan memilih Kota Sukhotai baru yang lebih dinamis dan dilengkapi bangunan modern. Turis yang mencari ketenangan akan memilih untuk berada di Kota tua Sukhotai yang terletak berdekatan dengan Sukhotai Historical Park. Menjelang Loi Krathong, keriaan akan tampak di semua sudut kota tua.
Pasar malam dadakan, orang-orang berpakaian tradisional yang melarung Krathong di air tanda mengucap syukur, lampion-lampion, lampu-lampu, serta parade tari dengan ledakan kembang api memendar aneka warna di langit Sukhotai yang gelap gulita dan sunyi. Pertanyaannya, segelap apakah Sukhotai tanpa perayaan Loi Krathong ?

Wat Terindah di Kompleks Sukhotai Historical Park
Berjalan di antara Reruntuhan Ini…
Wat Mahathat Sukhotai
Wat Mahathat Menjelang Senja
Kompleks Candi Sukhotai di Waktu Malam
Kompleks Candi Mandi Cahaya Menyambut Loi Krathong
Semua Aliran Air diberi Lampu Seperti Ini
Lampion Loi Krathong
Suasana Pasar Malam di Kompleks Candi Sukhotai
Salah Satu Sudut Pasar Malam
The Lady Who Gave me Hot Coffee
Krathong yang Siap Dilarung
Pick This Cozy Boutique Hotel. Selemparan Batu dari Kompleks Candi

Share your thoughts