Ban Hom, Desa Tenun dengan Produk-produk Ekspor

Ban Hom adalah desa tenun yang hampir tiap rumah memiliki industri tenun sendiri. Ban adalah sebutan untuk desa dalam Bahasa Laos. Berada di luar Vientianne berjarak sekitar kurang lebih 25 km dari Ibukota Laos tersebut. Dari segi motif dan hasil tenun, masih kalah dahsyat dengan tenun Flores dan Sumba di Indonesia, namun memiliki teknik dan bahan dasar pewarnaan yang nyaris sama. Desa ini menggunakan pewarna alami sebagai bahan dasar pewarnaan benangnya. Walau begitu, tidak 100% benang dengan pewarna alami digunakan, tapi dengan campuran benang yang sudah memiliki warna dari pabrik. Motif-motif kainnya sangat sederhana, yaitu bentuk-bentuk simetris dan garis. Warna-warna dominan adalah merah, hitam dan kuning. Mereka juga memproduksi kain sutra dengan warna-warna cerah.


Sama seperti di Indonesia, semua penenun adalah perempuan. Sebagian besar sudah berkeluarga. Produk kain dari Ban Hom tidak hanya dinikmati wisatawan yang datang ke desa ini, tapi sudah “diekspor” ke berbagai kota di Laos, bahkan hingga Australia dan Selandia Baru. Sudah ada pemasok tetap yang menerima produk para ibu dari desa ini.

Share your thoughts